Record Details

Rancang bangun operasional teknologi informasi bank sentral melalui Sistem outsourcing

Repository Sekolah Bisnis IPB

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Relation http://repository.sb.ipb.ac.id/9/
http://elibrary.mb.ipb.ac.id
 
Title Rancang bangun operasional teknologi informasi bank sentral melalui Sistem outsourcing
 
Creator Dinarjo, Tjiptogoro
 
Subject Manajemen Sumber Daya Manusia
TH Building construction
 
Description Peran teknologi informasi (TI) di Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral adalah mewujudkan teknik dan implementasi operasional TI terhadap strategi bisnis dan strategi sistem informasi untuk mencapai visi dan misi organisasi. TI dalam menjalankan perannya membutuhkan sumber daya baik dari dalam organisasi maupun dari luar organisasi (outsourcing).
Ruang lingkup outsourcing TI yang pada awalnya hanya untuk mengolah data kini semakin luas menjadi bagian dari strategi bisnis guna memperoleh keunggulan bisnis dan meningkatkan kinerja kelembagaan. Bank Indonesia membutuhkan TI guna mendukung kebijakan sektor moneter, perbankan, sistem pembayaran, dan manajemen intern. Operasional TI secara terus menerus, berdayaguna, handal, dan aman memerlukan SDM outsourcing sehingga Bank Indonesial perlu memiliki suatu sistem outsourcing yang effektif dan efisien guna mendukung operasional teknologi informasi.
Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model rancang bangun operasional TI melalui sistem outsourcing yang diharapkan dapat membantu manajemen melakukan pengambilan kebijakan SDM yang strategis dan organisasi yang memiliki kapabilitas TI yang sejalan dengan strategi lembaga dan bisnis Bank Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Menganalisis faktor-faktor dominan yang berpengaruh dalam rancang bangun operasional TI melalui sistem outsourcing. (2) Menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan keberhasilan outsourcing guna memperoleh pelayanaan prima untuk mendukung operasional TI secara optimal di BI. (3) Menganalisis bentuk model rancang bangun operasional TI melalui sistem outsourcing. (4) Menghasilkan model rancang bangun operasional TI melalui sistem outsourcing di BI.
Studi kasus dilakukan dengan pendekatan penelitian gabungan eksplorasi, deskriptif, dan explanatory. Analisis untuk variabel endogen dan eksogen menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil analisis SEM kemudian dilakukan verifikasi dan validasi melalui Individual Depth Interviews (IDI). Kemudian dilakukan pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) oleh para pihak yang terdiri dari: Pimpinan, Pejabat, Staf dari Satuan Kerja di Bank Indonesia dan Vendor yang terkait langsung dengan rancang bangun operasional TI melalui sistem outsourcing.
Hasil studi menunjukan bahwa faktor kunci keberhasilan sistem outsourcing guna mendukung operasional TI adalah: (1) kapabilitas pelaksana outsourcing yang sesuai dengan manajemen strategi SDM organisasi dengan indikator : kualitas personil teknis, efisiensi produk, proses teknik, manajemen proses, pengawasan kualitas, kualitas pelayanan, dan manajemen proyek; (2) proses pengadaan pelaksana outsourcing yang dapat dipercaya dengan indikator : kualitas pelayanan, kompetisi, biaya, kerjasama, tidak melakukan tindak kecurangan; (3) kontrak yang menjamin adanya komitmen untuk melaksanakan outsourcing sesuai dengan yang diperjanjikan dengan indikatior : insentif, pinalti, trust, mencegah kecurangan, kerjasama; (4) pelaksanaan outsourcing yang mematuhi prosedur dan tingkat kualitas yang disepakati dengan indikator : kerjasama, harapan berkelanjutan, kemitraan, kehendak berinvestasi, komitmen, dan power client. Faktor-faktor kunci tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai dasar kebijakan dalam membangun sistem outsourcing guna mendukung operasional TI.
Proses pengadaan di BI wajib menerapkan prinsip: terbuka dan bersaing, adil dan tidak diskriminatif dengan harga yang dapat dipertanggungjawabkan. Harga penawaran terendah harus di bawah Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan diperlukan analisis profesional jika harga penawaran kurang dari 80% HPS. Aspek penting yang belum diatur adalah kualitas pelayanan, kemampuan kerja sama, dan potensi kecurangan. Aspek kualitas pelayanan menduduki peringkat tertinggi maka perlu menjadi perhatian utama dalam proses pengadaan outsourcing teknologi informasi. Penyusunan kontrak belum mengatur insentif meskipun menduduki peringkat tertinggi agar menjadi perhatian utama. Aspek penting lainnya yang perlu mendapat perhatian dalam kontrak dan belum diatur adalah trust atau kepercayaan, dan pencegahan tindak kecurangan..
Pengguna jasa outsourcing perlu memahami bahwa terdapat tiga aspek penting dalam pelaksanaan outsourcing yang perlu mendapat perhatian yaitu: kerjasama, harapan berkelanjutan, dan kemitraan. Tiga aspek penting ini tidak dapat dibangun secara sepihak oleh pelaksana outsorcing teknologi informasi melainkan harus dibangun bersama tiga pihak yaitu pemberi tugas, pengguna layanan outsourcing teknologi informasi, dan pelaksana outsourcing teknologi informasi.
Penelitian ini mengungkap bahwa faktor penentu keberhasilan outsourcing untuk mendukung operasional TI adalah : kapabilitas, pengadaan, kontrak, dan pelaksanaan yang terstruktur secara beraturan. Organisasi pengelola TI sehingga fokus, ramping, dan hemat SDM. Proses pengadaan yang dapat dipercaya adalah dengan memperhatikan kualitas pelayanan yang ingin dihasilkan dan mencegah tindak kecurangan.
 
Date 2010
 
Type Thesis
NonPeerReviewed
 
Format text
text
text
text
text
 
Language en
en
en
en
en
 
Identifier http://repository.sb.ipb.ac.id/9/1/2DM-01-Tjiptogoro-Cover.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/9/2/2DM-02-Tjiptogoro-Abstrak.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/9/3/2DM-03-Tjiptogoro-RingkasanEksekutif.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/9/4/2DM-04-Tjiptogoro-DaftarIsi.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/9/5/2DM-05-Tjiptogoro-BabIPendahuluan.pdf
Dinarjo, Tjiptogoro (2010) Rancang bangun operasional teknologi informasi bank sentral melalui Sistem outsourcing. Doctoral thesis, Bogor Agriculural University.