Record Details

Analisis pengaruh ex right date terhadap return saham perusahaan di bursa efek indonesia (bei) periode 2005-2010

Repository Sekolah Bisnis IPB

View Archive Info
 
 
Field Value
 
Relation http://repository.sb.ipb.ac.id/29/
http://elibrary.mb.ipb.ac.id
 
Title Analisis pengaruh ex right date terhadap return saham perusahaan di bursa efek indonesia (bei) periode 2005-2010
 
Creator Gandhy, Abel
 
Subject Manajemen Keuangan
 
Description Right issue merupakan salah satu bentuk aksi korporasi yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh tambahan dana dari pemegang saham dengan cara menerbitkan saham baru serta menawarkannya kepada publik. Perusahaan yang melakukan right issue memiliki berbagai tujuan, diantaranya untuk melakukan ekspansi usaha, membayar hutang, melakukan merger, melakukan akuisisi perusahaan, dan sebagainya. Pengumuman right issue yang dilakukan oleh perusahaan merupakan informasi yang dapat mempengaruhi harga sekuritas. Bagaimana suatu pasar bereaksi terhadap suatu informasi untuk mencapai suatu keseimbangan yang baru merupakan hal yang penting. Jika pasar bereaksi dengan cepat dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia, maka kondisi pasar seperti ini disebut pasar efisien.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisa pengaruh dari ex righ datet terhadap return saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia, mengkaji kinerja saham perusahaan sebelum dan setelah ex right dan merumuskan implikasi manajerial bagi perusahaan yang akan melakukan right issue dan investor yang akan melakukan kebijakan dalam kegiatan investasinya. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari 2011 hingga bulan Februari 2011. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa data perusahaan-perusahan yang melakukan aksi korporasi right issue pada periode 2005 – 2010, Data harga saham harian tiap perusahaan yang melakukan aksi korporasi right issue pada periode estimasi dan periode pengamatan, dan data pergerakan harian indeks sektoral. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, dimana perusahaan yang dipilih untuk menjadi sampel penelitian harus memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, yaitu saham emiten aktif diperdagangkan, emiten tidak didelisting saat dilakukan penelitian, serta tersedianya data keuangan dan data non keuangan dari perusahaan sampel.
Teknik Pengolahan Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode event study, merupakan metode yang mengukur efek terhadap nilai saham, akibat adanya suatu pengumuman tertentu kepada publik. Dengan mengobservasi harga saham disekitar periode event, kita dapat mengetahui apakah terjadi abnormal return. Pengukuran kinerja saham dilakukan dengan cara mengukur Return ekspektasi dan Return aktual saham.Model Expected Return yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan market model. Setelah didapatkan hasilnya, proses selanjutnya adalah melakukan pengukuran untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kinerja saham sebelum dan setelah tanggal ex right date. Periode jendela yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 hari sebelum ex right date (t-10) dan 10 hari setelah ex right date (t+10). Total periode jendela dalam penelitian ini adalah 21 hari. Periode estimasi yang digunakan dalam penelitian adalah 100 hari, yaitu 100 hari sebelum ex right issue (t-110) hingga 10 hari sebelum ex right issue (t-10).
Perhitungan abnormal return dan Cumulative Abnormal Return dibagi dalam 2 periode, Periode pertama adalah periode dimana perusahaan melakukan aksi korporasi right issue sebelum terjadinya krisis subprime mortgage. Perusahaan sampel yang dikelompokkan dalam periode ini adalah, emiten yang melakukan aksi korporasi right issue pada periode Januari 2005 hingga Desember 2007. Periode kedua adalah periode dimana perusahaan melakukan aksi korporasi right issue setelah terjadinya krisis subprime mortgage. Perusahaan sampel yang dikelompokkan dalam periode ini adalah, emiten yang melakukan aksi korporasi right issue pada periode Januari 2008 hingga Desember 2010. Pengelompokkan ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana peristiwa krisis subprime mortgage dapat mempengaruhi tingkat Abnormal return dan Cumulative Abnormal Return yang terjadi pada emiten yang melakukan aksi korporasi Right issue.
Total emiten yang melakukan aksi korporasi right issue periode 2005-2010 adalah 116 perusahaan. Emiten yang melakukan right issue sebelum periode krisis sub prime mortgage (periode 2005-2007) sebanyak 56 emiten. Dan emiten yang melakukan aksi korporasi setelah periode krisis sub prime mortgage (2008-2010) sebanyak 60 emiten. Sampel emiten yang dieliminasi karena didelisting sebanyak 3 perusahaan, Emiten yang dieliminasi karena adanya confounding effect adalah 2 emiten, Emiten yang dieliminasi karena tidak aktif diperdagangakan sebanyak 16 emiten, Emiten yang dieliminasi karena data harga sahamnya tidak lengkap adalah 5 emiten, dan model Expected Return emiten yang tidak lulus uji asumsi klasik sebanyak 42 emiten. Jumlah emiten yang lulus pengujian adalah sebanyak 58 perusahaan. Jumlah emiten yang melakukan aksi korporasi right issue sebelum periode krisis sub prime mortgage adalah sebanyak 25 Emiten dan setelah periode krisis adalah sebanyak 33 emiten.
Hasil pengujian abnormal return pada periode pengamatan sebelum krisis menghasilkan abnormal return yang signifikan positif dan abnormal return yang signifikan negatif. Abnormal return yang signifikan positif terjadi pada H-3, sedangkan abnormal return yang signifikan negatif terjadi pada H-7, H-4, H, H+1, H+4 dan H+5. Nilai Abnormal Return yang terjadi menyebar pada rentang -13,44% hingga 2,67%. Nilai AR terendah terjadi pada hari H dan nilai Abnormal Return yang tertinggi terjadi pada H-3. Pada periode setelah krisis Abnormal return positif yang signifikan terjadi pada H+8 dan H+10, sedangkan abnormal return yang signifikan negatif terjadi pada H, H+2, H+4, H+5, H+6, H+7 dan H+8. Terjadinya abnormal return pada periode pengamatan menunjukkan bahwa ex right date merupakan informasi yang direspon oleh investor dalam mengambil keputusan investasi. Nilai Cumulative Abnormal Return yang terjadi pada seluruh emiten periode sebelum krisis bernilai -18,32%. Sedangkan Nilai Cumulative Abnormal Return yang terjadi pada seluruh emiten periode setelah krisis bernilai -11,56%. Nilai CAR yang negatif pada akhir periode pengamatan menandakan bahwa ex right date merupakan berita yang direspon secara negatif oleh pasar. Pengujian statistik 2 menghasilkan kesimpulan terdapat perbedaan Cumulative Abnormal Return (CAR) pada periode peristiwa sebelum dan setelah ex right date untuk seluruh emiten pada periode sebelum dan setelah krisis subprime mortgage.
Pada Periode Sebelum Krisis sektor yang menghasilkan Cumulative Abnormal Return (CAR) negatif pada akhir periode pengamatan terdiri dari sektor Properti, Keuangan, Industri Dasar, Pertanian, Perdagangan. Sedangkan sektor yang menghasilkan CAR positif adalah sektor Barang Konsumen. Pada Periode setelah krisis, sektor yang menghasilkan Cumulative Abnormal Return (CAR) negatif pada akhir periode pengamatan terdiri dari sektor Barang Konsumen, Properti, Infrastruktur, Finance, Perdagangan. Sektor yang menghasilkan CAR positif terdiri dari sektor Industri Dasar dan sektor Pertambangan.
Dalam melakukan keputusan investasi di pasar modal, investor perlu memperhatikan sektor perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi right issue serta tanggal ex right date. Berdasarkan hasil Cumulative Abnormal Return (CAR) yang diperoleh pada akhir periode pengamatan, terdapat sektor yang menghasilkan CAR yang positif dan CAR negatif. Nilai Abnormal Return (AR) yang fluktuatif pada periode pengamatan menandakan adanya perbedaan persepsi diantara para investor pasar modal. Hal ini disebabkan adanya perbedaan informasi yang diterima oleh para investor dan besar kemungkinan adanya investor yang tidak mengetahui ex right date. Oleh karena itu, sebelum melakukan keputusan investasi para investor diwajibkan mengumpulkan informasi tentang perusahaan yang akan melakukan keputusan right issue, seperti informasi prospek perusahaan dimasa depan, persaingan industri perusahaan serta laporan keuangan perusahaan. emiten memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya. Cara yang dapat dilakukan oleh emiten antara lain dengan membuat prospektus yang dapat diakses secara online pada web perusahaan. Cara yang lain adalah bekerja sama dengan surat kabar bisnis seperti bisnis indonesia, detik finance, kontan, dsb. Agar memberitakan aksi korporasi right issue serta menampilkan informasi seperti tanggal ex right date. Dengan semakin meningkatnya transaksi melalui online trading, maka BAPEPAM diharapkan mewajibkan perusahaan sekuritas menampilan informasi perusahaan yang akan melakukan right issue. Dengan adanya peraturan tersebut, penyebaran informasi menjadi semakin luas dan semakin banyak investor yang mengetahui aksi korporasi right issue dan tanggal ex right date.
 
Date 2011
 
Type Thesis
NonPeerReviewed
 
Format application/pdf
application/pdf
application/pdf
application/pdf
application/pdf
 
Language en
en
en
en
en
 
Identifier http://repository.sb.ipb.ac.id/29/1/E34-01-Abel-Cover.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/29/2/E34-02-Abel-Abstrak.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/29/3/E34-03-Abel-RingkasanEksekutif.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/29/5/E34-04-Abel-DaftarIsi.pdf
http://repository.sb.ipb.ac.id/29/6/E34-05-Abel-Pendahuluan.pdf
Gandhy, Abel (2011) Analisis pengaruh ex right date terhadap return saham perusahaan di bursa efek indonesia (bei) periode 2005-2010. Masters thesis, Institut Pertanian Bogor.